Sabtu, 04 Mei 2013

This Was My Destiny?! ~Part 01~



Title : This Was My Destiny?!
Cast:
~Park HyoMin a.k.a Hyo Min (OC)
~Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun
Support Cast:
~Hwang HyoRiin (OC)
~Lee Donghae
~Kyu’s Family
Author : Ica SparKyu AngELF
Genre : Comedy,Sad,Happy,Romance.

 

~_STORY BEGIN_~
 

“Menjauh dari kehidupanku, Aku akan memberimu uang seberapapun kau mau!” 

Mata Gadis yang bernama Park hyoMin itu melebar seketika, saat kakak Perempuan tirinya berbicara tak pantas terhadap HyoMin. Sesekali HyoMin mengedipkan matanya tak percaya, kelopak mata cantiknya mulai memerah pertanda bahwa air matanya akan segera keluar.

“Eonni a-andwae? Na-naega..”  

Perkataan HyoMin terputus saat kakak perempuan tiri nya yang bernama HyoRiin itu melemparkan sebuah amplop tebal berwarna coklat ke arah HyoMin. HyoMin sangat hapal apa isinya. Pasti uang ber-ratusan Won.

“Anggap saja itu sebagai uang muka untukmu, Aku akan memberimu lebih dari pada itu, jika kau sudah menjauhiku” 

HyoRiin beranjak dari duduk nya membenarkan penampilannya lalu pergi berlalu dari HyoMin.  Tubuh HyoMin sangat kaku untuk di gerakkan, hanya kedipan matalah yang ia mampu . Sesekali ia menunduk tak percaya , menatap amplop Coklat itu dengan sangat teliti.

Park Hyo Min, gadis cantik yang kurang lebih berusia 24 tahun itu tinggal di daerah Seoul Namsan. Dahulu, HyoMin bekerja di salah satu Restauran ternama di Seoul. Namun seseorang menghancurkan kehidupannya. Hwang HyoRiin kakak perempuan tiri HyoMin memberi sogokan beberapa uang miliaran Won kepada si pemilik Restauran untuk mengeluarkan HyoMin. Alasan HyoRiin melakukan itu, karena sewaktu HyoMin lahir ia tak mau HyoMin ada di sekeliling lingkungan hidupnya. Tanpa sepengetahuan HyoMin, HyoRiin bisa menemukan Identitas asli hyoMin.dinyatakan HyoMin adalah Anak pengusaha terkaya di Korea dan itu membuat HyoRiin tak ingin mengetahuinya lebih dalam karena ia terlahir sebagai orang Miskin.Namun karena HyoRiin menjadi Sakretaris Pribadi direktur pengusaha Seoul, kehidupan HyoRiin menjadi berubah 99% .

“Agassi?” 

HyoMin terbangun dari lamunannya saat pegawai Cafe menggoyangkan badannya pelan. HyoMin langsung menatap pegawai itu lekat.

“N-nde? W-waeyo?” 

tanya HyoMin menghapus air matanya yang mengalir di pipi nya.

“Anio, Agassi sudah berdiam diri di sini selama satu jam lebih. Agassi , Gwaenchana?”

Pegawai Cafe itu terlihat sangat khawatir dengan ke adaan HyoMin. Berdiam diri selama satu jam lebih? Apakah HyoMin gila?

“Ah , N-nan Gwaenchana.” 

HyoMin segera beranjak dari duduknya lalu membungkuk berterimakasih pada pegawai itu. Tak lupa, ia meraih Amplop Coklat itu danSedetik kemudian, HyoMin pergi berlalu dari Cafe yang baru saja ia kunjungi tadi.

Dengan cara berjalan yang pelan namun pasti, ia menyebrangi jalan raya tanpa melirik kiri kanan. Untung saja saat itu lampu lalu lintas sedang berwarna Merah. Sesekali HyoMin memegang keningnya lemas, ada apa ini? Apakah HyoMin sakit? Di lihat arah jalannya, HyoMin berjalan menelusuri tangga kecil menuju Rumah Atapnya. Ah? Biasanya HyoMin akan melanjutkan aktivitasnya membantu Orang Tua tirinya. Namun sepertinya tidak untuk kali ini!

“Gwaenchana?” 

Namja Tampan ini berhasil menahan Tubuh HyoMin yang hampir terjatuh ke bawah tanah. Dia bernama Lee Donghae, Berumur kurang lebih 27 tahun,satu-satu nya sahabat yang HyoMin kenal di daerah nya.  

“Ah nan Gwaenchana..” 

HyoMin menatap Donghae sekejap, lalu mengeluarkan senyuman tipisnya yang Khas. Wajahnya mengeluarkan keringat dingin, terlihat jelas dari bibirnya yang mulai putih pucat.

“Kau sakit?!” 

Tanya Donghae tak kalah cemas, HyoMin menggelengkan kepalanya pelan. Lalu Donghae membantunya berjalan untuk memasuki rumah atap HyoMin.

Persahabatan yang ia jalani semenjak 23 tahun membuat mereka tak bisa berpisah meskipun badai mengahadang. Donghae sangat mengenal HyoMin saat lahir, bahkan masalah keluarga HyoMin pun Donghae mengetahui sudah lama. Dan dia tak berani mengungkapkan sebenarnya apa yang terjadi. Karena suatu alasan .

“Kau ini, pasti HyoRiin lagikan? Aigoo..” 

Sergah Donghae menempelkan (?) lap basah yang sudah direndam air dingin pada kening HyoMin yang panas itu. HyoMin hanya bisa terdiam menatap lekat wajah Donghae yang tengah sibuk dengan aktivitasnya.

“HyoRiin Eonni, menyuruhku untuk pergi menjauh dari nya...” 

Ucap HyoMin membuat Donghae menghentikan aktivitasnya malas. Sudah keseratus kalinya HyoMin mengatakan itu pada Donghae . Tapi kelihatannya HyoMin belum siap untuk menjauhi Kakak peremuan tirinya itu.

“Hhhhh...aku sudah beratusan kali mengatakan padamu! Jauhi HyoRiin, tapi kau mengelaknya. Kau akan semakin..”

“Dia memberiku amplop...” Donghae terdiam saat HyoMin mengeluarkan amplop yang dinyatakan tebal itu, tak lama Donghae meraih amplop dari tangan HyoMin dan membukanya.

“Ratusan Won? Kau berani menerimanya?” 

Sentak Donghae membuat HyoMin tersenyum tipis. HyoMin membenarkan posisinya untuk terduduk.

“Aku tak akan menggunakan uang itu. Aku akan mengembalikannya.” 

HyoMin berusaha meraih Amplop itu dari Donghae, namun Donghae menjauhkannya. Menolak HyoMin untuk mengembalikan uang ratusan won itu pada HyoRiin.

“Oppa? Waeyo? Kembalikan..”

Lagi-lagi Donghae menjauhkan jangkauan tangannya dari HyoMin. Sehingga membuat HyoMin sedikit mengerutkan keningnya.

“Anio, aku yang akan mengembalikannya.” 

Donghae beranjak dari duduknya, mulai membelakangi tubuh HyoMin. Namun HyoMin segera menarik tangan Donghae. Membuat Donghae tak lagi melanjutkan langkahnya.

“Sampai kapan kau akan mencampuri urusanku, aku sudah bilang Jangan mencampuri urusanku yang satu ini. Tapi kau mengelaknya, Kau ini! Ada apa denganmu!”

“KARENA AKU MENYAYANGIMU,” 

Seketika Ocehan HyoMin terhenti , saat Donghae berteriak terhadapnya.Suasana berubah menjadi hening beberapa menit. HyoMin mulai menitikan air matanya tak percaya, baru kali ini Dongae mengatakan hal itu dengan cara berteriak.

“Aku tak mau Kakak Tirimu itu terus menerus menyakitimu .” 

Sergah Donghae membalikan tubuhnya menatap HyoMin. Mata HyoMin kembali meluncurkan air matanya saat Donghae kembali berbicara.

“O-Oppa..?”

“Aku tahu semuanya tentang dirimu, aku sangat mengerti apa yang kau rasakan sekarang. Dan karena aku terlalu khawatir padamu, aku pernah menyuruhmu untuk menjauhi HyoRiin. Tapi kau mengelaknya?!” 

Sentak Donghae membuat HyoMin beranjak dari ranjangnya dan segera memeluk tubuh Donghae. Setidaknya HyoMin akan merasa tenang jika Donghae memleuknya. Namun kali ini, bukanlah Donghae yang memeluknya tapi dirinya sendiri.

“Mi-Mianhaeyo..” 

Ucap HyoMin terisak dalam tangisnya, terlihat jelas bahwa tubuhnya bergetar hebat. Sedari tadi pundaknya naik turun meresapi kesedihan.

“Aku hanya ingin yang terbaik untuk mu..Tidak lebih!” 

Donghae mengusap punggung HyoMin lembut, membuat HyoMin merasa semakin membaik.Donghae melepas pelukan HyoMin dan menghapus air mata HyoMin yang sedari tadi membasahi pipinya. Donghae menatap setiap sudut wajah HyoMin lekat. HyoMin menangis, itu hal yang tidak ingin Donghae lihat saat bertemu HyoMin. 

_oOo_


-TBC-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar