Rabu, 08 Mei 2013

This Was My Destiny?! ~Part 02~








Title : This Was My Destiny?!

Cast:

~Park HyoMin a.k.a Hyo Min (OC)
~Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

Support Cast:
~Hwang HyoRiin (OC)
~Lee Donghae
~Kyu’s Family

Author : Ica SparKyu AngELF (@Lisa_Lusiana99)

Genre : Comedy,Sad,Happy,Romance. 




~_STORY BEGIN_~





Donghae melepas pelukan HyoMin dan menghapus air mata HyoMin yang sedari tadi membasahi pipinya. Donghae menatap setiap sudut wajah HyoMin lekat. HyoMin menangis, itu hal yang tidak ingin Donghae lihat saat bertemu HyoMin.

_oOo_

=12.30am (KST)=

“Kyuhyun sajjangnim, apakah anda memanggil saya..”

HyoRiin membungkuk saat Namja tampan yang mejadi direktur di perusaahan ini menatapnya. Namanya Cho Kyuhyun, Namja tampan yang berusia 25 tahun ini menjadi ahli Waris dari perusahaan ayahnya.

“Ne, kau tak sempat mengajakku makan siang?” 

Tawar Kyuhyun membuat HyoRiin mengangguk dengan senyumannya yang manis. Entahlah, Kyuhyun sepertinya sedikit tertarik saat pertama kali nya melihat HyoRiin.

“Arrasseo, Kajja..” 

HyoRiin menarik tangan Kyuhyun dan menggandengnya. Gadis manis tapi mempunyai sifat busuk!
Di tengah perjalanan sesekali HyoRiin menatap Kyuhyun yang tengah fokus dalam mengemudinya, tak lama dari itu HyoRiin merengkuh tangan Kyuhyun. Kyuhyun sempat menoleh dan sepertinya menerima apa yang HyoRiin lakukan sekarang. Aigoo..?

“Neo? merayuku huh?” 

ucap Kyuhyun dengan nada tingginya, namun tetap dengan keadaan tersenyum.

“Oh Naega? Anio...Aku melihat tanganmu dipenuhi dengan debu, maka dari itu aku menggenggamnya.” 

Alasan HyoRiin parau, Kyuhyun hanya tersenyum dan dengan wajah tampannya itu. Bagaimaa bisa HyoRiin merayunya? Jangan sampai keduanya saling jatuh Cinta?! Andwae!

“Alasan..” Ucap Kyuhyun tangguh.



Drrrttt..Drrrtttt



“Oh, Donghae?” 

ucap HyoRiin saat ia mengambil ponsel Kyuhyun yang tergeletak di Dashboard mobil Kyuhyun. Kyuhyun menoleh lalu segera menempelkan (?) Earphone kecil pada telinganya.

“Ne Annyeong Hasseyo?”

“......................”

“Nde? Wae hyung?"

“......................”

“Ah ne, ne.”

“........................”

“Aku keruanganmu nanti!”

“.......................”


~Clip


Kyuhyun memutar balik Mobilnya ke arah yag berlawanan. HyoRiin seketika mengerutkan kening tak mengerti. Apakah Kyuhyun membatalkan makan malamnya? Batin HyoRiin terus mendesak.

“Oh? Wae?” 

Tanya HyoRiin saat Kyuhyun berhasil memutar balik Mobilnya, Kyuhyun tersenyum tipis. Sedangkan HyoRiin ia mendengus kesal.


*******

Langkah Kyuhyun yang terkesan terlihat sangat terburu-buru, akhirnya ia sampai di ruangan Kantor Donghae. Tatapannya beralih pada seorang namja yang tengah menatap keluar jendela Kantor, Namun tatapan Namja yang bernama Donghae itu beralih pada Kyuhyun juga.

“ah, duduklah!” 

Donghae menghampiri Sova dan terduduk di hadapan Kyuhyun.

“Aku sangat ingin tahu tentang yeoja ini.” 

Kyuhyun mengeluarkan Photo kecilnya dahulu, terlihat di dalam Gambar itu bahwa Kyuhyun tengah menempelkan bunga pada rambut Yeoja kecil manis itu. Gambarnya terlalu tua, sehingga wajah Gadis manis itu tak terlalu jelas. Namun Donghae mengetahui siapa Yeoja itu.

“Hmm...Jadi kau ingin bertemu denganku, hanya karena ingin menanyakan ini?” 

tanya Donghae berusaha Rilex, ia merengkuh gambar yang Kyuhyun genggam dan menatap Photo itu lebih dekat. Benar! Batin Donghae.

“Ahra Nuna menyuruhku untuk menyelidiki Yeoja itu,” 

sergah Kyuhyun dengan suara melemah.

“Karena di jodohkan?” 

Tebak Donghae membuat Kyuhyun mengangguk benar. Kyuhyun sedikit menatap Donghae tak percaya, kenapa Donghae bisa mengetahuinya? Batin Kyuhyun.

“Arrasseo, kita akan menyelidikinya.” 

Tawar Donghae membuat Kyuhyun mengangguk mantap. Seketika Kyuhyun menatap sekeliling ruang kerja Donghae, dan menangkap sebuah photo yang tergeletak di atas meja kerja Donghae.

Kyuhyun tak menyadari bahwa tubuh nya menghampiri Photo itu, Donghae hanya terdiam fokus menatap gerak-gerak Kyuhyun. Ada apa dengannya? batin donghae menggebu, dengan waktu yang snagat cepat, Kyuhyun meraih Photo itu dan menatapnya lebih dekat.

“Hyung, Ige Nugusseyo?” 

Tanya Kyuhyun penasaran, entahlah Photo Donghae dan seorang yeoja di dalam Photo itu membuat Kyuhyun tertarik untuk mengetahuinya lebih dalam.

“Itu, Teman kecilku, cantik bukan?!” 

Tanya Donghae membuat Kyuhyun sedikit menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan mengangguk pelan.

‘Kau akan segera mengetahuinya lebih dalam Kyuhyun-ah’ 

Batin Donghae dengan senyuman khasnya.Meskipun Donghae snagat berat mengatakannya, seklipun dalam hati . 12 tahun yang lalu, Eomma kandung HyoMin bercerita tentang beberapa hal yang akan terjadi pada HyoMin nanti.


*FLASH BACK*

~Seoul Namsa, HyoMin Family House (05.30pm. 12 Maret 2001)~

Sepulang Sekolah, Donghae berjalan menuju Rumah Eomma Kandung HyoMin di daerah Namsan. Eomma HyoMin memerintahkan pada Donghae untuk menemui dirinya di kediamannya daerah Seoul Namsan. Mau tidak mau Donghae harus menuruti perkataan Eomma sahabat nya itu.

“Chagia? Kau datang?” 

Bahkan Eomma HyoMin sudah menganggap Donghae lebih dari itu. Eomma HyoMin sangat menyayangi Donghae, bahkan bisa di bilang lebih dari kasih sayangnya terhadap HyoMin.

“Hmm..ne, Ahjumma waeyo?” 

Eomma HyoMin mengambil sebuah Kaleng unik yang berbentuk Persegi yang berada di balik tubuhnya. Eomma HyoMin meyimpannya tepat di hadapan Donghae, sesekali Donghae menatap Eomma HyoMin dan sebuah kaleng yang ada dihadapannya bergantian.

“Ige Mwoya?” 

tanya Donghae, mulai meraih Kaleng Persegi itu namun Eomma HyoMin melarangnya.

“Chakkaman..” 

Donghae menatap Eomma HyoMin lekat , saat Eomma HyoMin merogoh saku mantelnya dan mengeluarkan sebuah kunci.

Kau bisa membukanya sekarang.” 

Lanjut Eomma HyoMin memberikan sebuah kunci itu pada Donghae. Ah ternyata Kaleng itu mempunyai Gembok kunci untuk membukanya.

“Tapi...” 

Eomma HyoMin tersenyum pada Donghae saat ia ragu untuk membuka kaleng itu.
Donghae akhirnya berhasil untuk membuka Kaleng itu, dia melihat beberapa photo HyoMin sejak kecil bersama sahabat Donghae juga bernama Cho Kyuhyun. Seketika Donghae membulatkan matanya kaget, apakah HyoMin dengan Kyuhyun sudah mengenal lama?

“Kau terkejut? Jangan terkejut seperti itu! Aku mempercayaimu karena kau sudah lebih dewasa antara kedua anak ini. Aku akan pergi ke California!” Donghae terkejut seketika.


“California?”

“Ingat , rahasia kita! Kau tidak boleh memberitahu HyoMin bahwa aku Ibu Kandungnya.” Uca Eomma HyoMin , Donghae un mengangguk dengan wajah polosnya.

“Ne, lalu kapan kau akan kembali ke Korea?” tanya Donghae membuat Eomma HyoMin mengalihkan pandangannya.

“Entahlah! Mungkin tidak akan! Jika aku kembali ke Korea nanti, pasti Anakku HyoMin sudah besar dan tidak akan mengenaliku. Kau tahukan, sejak Lahir HyoMin tidak bersamaku!” Donghae mengangguk, ia mengerti bagaimana perasaan seorang ibu .

“Ne, arrasseo.”

“Ada satu hal lagi yang perlu kau ketahui..” Perkataan Eomma HyoMin ini membuat Donghae penasaran ,

“HyoMin dan Kyuhyun...Mereka..Di jodohkan .”

“MWO?!” Donghae benar-benar terkejut sekarang, apa lagi saat Eomma HyoMin mengaakan itu. Di Jodohkan? Sebenarnya pa yang terjadi? Batin Donghae semakin menjadi.

“Hmm..Kakek mereka ia mempunyai janji dahulu. Keduanya mempunyai surat wasiat sebelum ia pergi. Salah satunya adalah, mereka akan menjdodohkan HyoMin dengan Kyuhyun!” 

Mata Donghae membulat seketika, seolah perkataan yang keluar dari Eomma HyoMin itu hanya sebuah akting saja.

Hari pun berlalu, Donghae berjalan di tengah malam yang gelap ini , menggenggam sebuah kaleng persegi yang baru saja eomma HyoMin berikan pada nya. Di jodohkan? Surat Wasiat? Apa-apaan itu, Jika itu sterjadi HyoMin akan tertekan! Lalu bagaimana dengan perasaan Donghae pada HyoMin nanti, Donghae kan sangat mencintai gadis itu!


*FLASHBACK OFF*


“Hyung? Gwaenchana?” 

Kyuhyun membuyarkan lamunan Donghae seketika saat Kyuhyun menggoyangkan badan Donghae cukup kasar.

“KYAAA~kau menganggu konsentrasiku Kyuhyun-ah!” 

Kyuhyun sedikit terkekeh dan memalingkan wajahnya dari hadapan Donghae. Donghae bilang Kyuhyun mengganggu konsentrasinya. Aigoo..bahkan Donghae tak sadar bahwa sedari tadi ia hanya menghabiskan wakttunya untuk melamun.

“Aisshh..kau bilang kau berkonsentrasi? OMO, kau sakit?” 

Kyuhyun sedikit bercanda pada Donghae dengan cara memegang kening Donghae.

“Aisshh..sudahlah! Aku lapar, aku akan pulang ke Apartemen mu? Eotte?!” Tawar Donghae.

“Kau akan Mengajakku meminum Soju ?” 

Ucap Kyuhyun histeris. Kyuhyun sangat tidak suka minuman yang berbau alkohol, bahkan ia tak pernah meminumnya.

“YAAA~ jika aku mengunjungi Apartemen mu apa lagi yang akan ku lakukan jika tidak meminum Soju!” Ucap Donghae tangguh, Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap Donghae dengan tatapan ‘aneh’ nya.


~Drrttt...Drrttt..


Donghae mulai merogoh saku celananya dan menemukan benda elektronik yang bernama Ponsel itu.

‘Park Hyo Min’

“ne , annyeong Hasseyo?!”

“.............................”

“N-nde, benar. W-waeyo?”

“.............................”

“MWO!?” 

Seketika Donghae berteriak histeris membuat Kyuhyun sedikit mengerutkan keningnya bingung. ‘Ada apa dengannya?’ batin Kyuhyun menggelegar :0

“N-ne, araasseo, aku akan segera kesana.”


~Clip


“Hyung?! Waeyo?” 

Dengan sigap Kyuhyun menghentikan langkah Donghae yang terkenan Rusuh itu. Entah kenapa, Kyuhyun sangat ingin mengetahuinya.

“Aku harus pergi,”

“Aku ikut..” 

Tanpa berpikir panjang, Kyuhyun langsung mengikuti langkah Donghae , Terlihat di wajah Donghae yang mulai memucat sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Mwoya?! Membuat Kyuhyun bingung saja.

_oOo_

~TBC~

Sabtu, 04 Mei 2013

This Was My Destiny?! ~Part 01~



Title : This Was My Destiny?!
Cast:
~Park HyoMin a.k.a Hyo Min (OC)
~Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun
Support Cast:
~Hwang HyoRiin (OC)
~Lee Donghae
~Kyu’s Family
Author : Ica SparKyu AngELF
Genre : Comedy,Sad,Happy,Romance.

 

~_STORY BEGIN_~
 

“Menjauh dari kehidupanku, Aku akan memberimu uang seberapapun kau mau!” 

Mata Gadis yang bernama Park hyoMin itu melebar seketika, saat kakak Perempuan tirinya berbicara tak pantas terhadap HyoMin. Sesekali HyoMin mengedipkan matanya tak percaya, kelopak mata cantiknya mulai memerah pertanda bahwa air matanya akan segera keluar.

“Eonni a-andwae? Na-naega..”  

Perkataan HyoMin terputus saat kakak perempuan tiri nya yang bernama HyoRiin itu melemparkan sebuah amplop tebal berwarna coklat ke arah HyoMin. HyoMin sangat hapal apa isinya. Pasti uang ber-ratusan Won.

“Anggap saja itu sebagai uang muka untukmu, Aku akan memberimu lebih dari pada itu, jika kau sudah menjauhiku” 

HyoRiin beranjak dari duduk nya membenarkan penampilannya lalu pergi berlalu dari HyoMin.  Tubuh HyoMin sangat kaku untuk di gerakkan, hanya kedipan matalah yang ia mampu . Sesekali ia menunduk tak percaya , menatap amplop Coklat itu dengan sangat teliti.

Park Hyo Min, gadis cantik yang kurang lebih berusia 24 tahun itu tinggal di daerah Seoul Namsan. Dahulu, HyoMin bekerja di salah satu Restauran ternama di Seoul. Namun seseorang menghancurkan kehidupannya. Hwang HyoRiin kakak perempuan tiri HyoMin memberi sogokan beberapa uang miliaran Won kepada si pemilik Restauran untuk mengeluarkan HyoMin. Alasan HyoRiin melakukan itu, karena sewaktu HyoMin lahir ia tak mau HyoMin ada di sekeliling lingkungan hidupnya. Tanpa sepengetahuan HyoMin, HyoRiin bisa menemukan Identitas asli hyoMin.dinyatakan HyoMin adalah Anak pengusaha terkaya di Korea dan itu membuat HyoRiin tak ingin mengetahuinya lebih dalam karena ia terlahir sebagai orang Miskin.Namun karena HyoRiin menjadi Sakretaris Pribadi direktur pengusaha Seoul, kehidupan HyoRiin menjadi berubah 99% .

“Agassi?” 

HyoMin terbangun dari lamunannya saat pegawai Cafe menggoyangkan badannya pelan. HyoMin langsung menatap pegawai itu lekat.

“N-nde? W-waeyo?” 

tanya HyoMin menghapus air matanya yang mengalir di pipi nya.

“Anio, Agassi sudah berdiam diri di sini selama satu jam lebih. Agassi , Gwaenchana?”

Pegawai Cafe itu terlihat sangat khawatir dengan ke adaan HyoMin. Berdiam diri selama satu jam lebih? Apakah HyoMin gila?

“Ah , N-nan Gwaenchana.” 

HyoMin segera beranjak dari duduknya lalu membungkuk berterimakasih pada pegawai itu. Tak lupa, ia meraih Amplop Coklat itu danSedetik kemudian, HyoMin pergi berlalu dari Cafe yang baru saja ia kunjungi tadi.

Dengan cara berjalan yang pelan namun pasti, ia menyebrangi jalan raya tanpa melirik kiri kanan. Untung saja saat itu lampu lalu lintas sedang berwarna Merah. Sesekali HyoMin memegang keningnya lemas, ada apa ini? Apakah HyoMin sakit? Di lihat arah jalannya, HyoMin berjalan menelusuri tangga kecil menuju Rumah Atapnya. Ah? Biasanya HyoMin akan melanjutkan aktivitasnya membantu Orang Tua tirinya. Namun sepertinya tidak untuk kali ini!

“Gwaenchana?” 

Namja Tampan ini berhasil menahan Tubuh HyoMin yang hampir terjatuh ke bawah tanah. Dia bernama Lee Donghae, Berumur kurang lebih 27 tahun,satu-satu nya sahabat yang HyoMin kenal di daerah nya.  

“Ah nan Gwaenchana..” 

HyoMin menatap Donghae sekejap, lalu mengeluarkan senyuman tipisnya yang Khas. Wajahnya mengeluarkan keringat dingin, terlihat jelas dari bibirnya yang mulai putih pucat.

“Kau sakit?!” 

Tanya Donghae tak kalah cemas, HyoMin menggelengkan kepalanya pelan. Lalu Donghae membantunya berjalan untuk memasuki rumah atap HyoMin.

Persahabatan yang ia jalani semenjak 23 tahun membuat mereka tak bisa berpisah meskipun badai mengahadang. Donghae sangat mengenal HyoMin saat lahir, bahkan masalah keluarga HyoMin pun Donghae mengetahui sudah lama. Dan dia tak berani mengungkapkan sebenarnya apa yang terjadi. Karena suatu alasan .

“Kau ini, pasti HyoRiin lagikan? Aigoo..” 

Sergah Donghae menempelkan (?) lap basah yang sudah direndam air dingin pada kening HyoMin yang panas itu. HyoMin hanya bisa terdiam menatap lekat wajah Donghae yang tengah sibuk dengan aktivitasnya.

“HyoRiin Eonni, menyuruhku untuk pergi menjauh dari nya...” 

Ucap HyoMin membuat Donghae menghentikan aktivitasnya malas. Sudah keseratus kalinya HyoMin mengatakan itu pada Donghae . Tapi kelihatannya HyoMin belum siap untuk menjauhi Kakak peremuan tirinya itu.

“Hhhhh...aku sudah beratusan kali mengatakan padamu! Jauhi HyoRiin, tapi kau mengelaknya. Kau akan semakin..”

“Dia memberiku amplop...” Donghae terdiam saat HyoMin mengeluarkan amplop yang dinyatakan tebal itu, tak lama Donghae meraih amplop dari tangan HyoMin dan membukanya.

“Ratusan Won? Kau berani menerimanya?” 

Sentak Donghae membuat HyoMin tersenyum tipis. HyoMin membenarkan posisinya untuk terduduk.

“Aku tak akan menggunakan uang itu. Aku akan mengembalikannya.” 

HyoMin berusaha meraih Amplop itu dari Donghae, namun Donghae menjauhkannya. Menolak HyoMin untuk mengembalikan uang ratusan won itu pada HyoRiin.

“Oppa? Waeyo? Kembalikan..”

Lagi-lagi Donghae menjauhkan jangkauan tangannya dari HyoMin. Sehingga membuat HyoMin sedikit mengerutkan keningnya.

“Anio, aku yang akan mengembalikannya.” 

Donghae beranjak dari duduknya, mulai membelakangi tubuh HyoMin. Namun HyoMin segera menarik tangan Donghae. Membuat Donghae tak lagi melanjutkan langkahnya.

“Sampai kapan kau akan mencampuri urusanku, aku sudah bilang Jangan mencampuri urusanku yang satu ini. Tapi kau mengelaknya, Kau ini! Ada apa denganmu!”

“KARENA AKU MENYAYANGIMU,” 

Seketika Ocehan HyoMin terhenti , saat Donghae berteriak terhadapnya.Suasana berubah menjadi hening beberapa menit. HyoMin mulai menitikan air matanya tak percaya, baru kali ini Dongae mengatakan hal itu dengan cara berteriak.

“Aku tak mau Kakak Tirimu itu terus menerus menyakitimu .” 

Sergah Donghae membalikan tubuhnya menatap HyoMin. Mata HyoMin kembali meluncurkan air matanya saat Donghae kembali berbicara.

“O-Oppa..?”

“Aku tahu semuanya tentang dirimu, aku sangat mengerti apa yang kau rasakan sekarang. Dan karena aku terlalu khawatir padamu, aku pernah menyuruhmu untuk menjauhi HyoRiin. Tapi kau mengelaknya?!” 

Sentak Donghae membuat HyoMin beranjak dari ranjangnya dan segera memeluk tubuh Donghae. Setidaknya HyoMin akan merasa tenang jika Donghae memleuknya. Namun kali ini, bukanlah Donghae yang memeluknya tapi dirinya sendiri.

“Mi-Mianhaeyo..” 

Ucap HyoMin terisak dalam tangisnya, terlihat jelas bahwa tubuhnya bergetar hebat. Sedari tadi pundaknya naik turun meresapi kesedihan.

“Aku hanya ingin yang terbaik untuk mu..Tidak lebih!” 

Donghae mengusap punggung HyoMin lembut, membuat HyoMin merasa semakin membaik.Donghae melepas pelukan HyoMin dan menghapus air mata HyoMin yang sedari tadi membasahi pipinya. Donghae menatap setiap sudut wajah HyoMin lekat. HyoMin menangis, itu hal yang tidak ingin Donghae lihat saat bertemu HyoMin. 

_oOo_


-TBC-